shinegreen

Penasihat yang penuh kasih sayang

In Al Islam on Maret 12, 2009 at 4:31 pm

Di riwayatkan oleh Syufyan Ats-Tsauri Rohimhulloh bahwa Abu Dzar Rhodiyalloh’uanhu berdiri di sisi ka’bah seraya berkata: “Wahai manusia, saya adalah Jundab Al-Ghifari sahabat Rosullulloh sollallohu alaihi wasallam, kemarilah kalian untuk menemui saudara kalian yang menasehati dengan penuh kasih sayang.” Maka tatkala mereka berkumpul di sekelilingnya Abu Dzar bertanya: “Bukankah kalian tahu jika salah satu diantara kalian akan bepergian maka dia akan mempersiapkan bekal yang layak baginya dan menyapaikannya ke tempat yang ia tuju?”

Mereka menjawab: “Benar, memang demikian seharusnay wahai Abu Dzar.”

Abu Dzar berkata: “Jika demikian, maka ketahuilah bahwa perjalan di hari kiamat lebih jauh dari apa yang kalian tuju didunia ini, maka ambilah bekal yang dapat menyelamatakan kalian.”

Mereka bertanya: “Apakah bekal yang layak kami persiapkan untuk perjalanan tersebut wahai sahabat Rosullulloh sollallohu alaihi wasallam?” beliau menjawab: “berhajilah kalian untuk menghadapi urusan yang agung, shaumlah kalian di hari yang panas untk menghadapi lamanya berdiri di padang mahsyar dan sholatlah dua rokaat dikegelapan malam karena kubur itu menakutkan. “Mereka berkata: “Semoga Alloh membalas kebaikanmu wahai Abu Dzar. Tambahkan lah nasiahat anda untuk kami.”

Lalu beliau menambahkan. “Berkatalah dengan ucapan yang baik dan jangan tanggapi ucapan yang buruk untuk menghadapi saat berdiri dipadang mahsyar, bersedekahlah dengan hartamu agar kalian selamat dari kesusahan di hari itu.”

Mereka berkata: “alangkah bagusnya nasihat anda wahai sahabat Rosululloh, teruskan nasihat ini!” Beliau melanjutkan: jadikanlah dunia sebagai majelis untuk dua hal, majelis untuk memburu akhirat danmajelis ntuk mencari yang halal. Adapun yang ketiga, akan mendatagkan kemadharatan dan tiada memberikan manfaat bagimu. Jadiakan hartamu menjadi dua bagian. Bagian pertama sebagai nafkah yang bagi keluargamu dan bagian kedua untuk bekal akhiratmu, selain itu akan mendatangkan madharat bagimu dan tidak akan memberiakan manfaat padamu.” Wahai manusia, bisa jadi rasa tamak dapat membunuhmu sedangkan kamu tak dapat mencegahnya.”

Sumber: POTRET KEHIDUPAN PARA SALAF, Dr. Musthafa Abdul Wahid. Hal. 29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: