shinegreen

Teman kok sayang

In Al Islam on Maret 12, 2009 at 4:13 pm

Dulu kan cuma teman biasa, kok sekarang sudah jadi sayang-sayangan seperti itu, apa sebabnya?

Naluri Lelaki

Lha gimana lagi, namanya pria memang akan selalu suka pada wanita, begitu pula sebaliknya. Bukan suatu yang normal bila seorang tidak senang dengan lawan jenisnya. Teman yang berjenis kelamin yang berbeda pasti menjadi hal yang begitu menarik. Mungkin rasa suka itu muncul begitu saja, awal pertama kali muncul di kelas, pesantren, kampus, kantor, tempat kerja dan lain sebagainya. Namun bisa juga rasa sayang itu muncul dengan berjalannya waktu. Sedikit demi sedikit perasaan sebagai teman itu menjadi lebihari biasanya. Jadi naluri manusia menjadi pemicu untuk menyukai lawan jenisnya. Namun demikian, tentu ini tidak bisa dijadikan pembenaran bagi pria dan wanita untuk menjalin hubungan kasih sayang diluar pernikahan. Karena menurut naluri, hawa nafsu tanpa bimbingan agama akan beakhir celaka.

“terangkan kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanya seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu.”(Al Furqon: 43-44)

Sering Ketemu

Bukan bila rasa suka itu muncul pada pandangan pertama, walaupun lebih seringnya perasaan itu akan muncul beriringan dengan waktu.

Sutu ketika Al Fadhl bin Abbas Rohimahulloh pernah membonceng Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Beliau shollallohu alaihi wasallam tengah melakukan haji wada’. Kemudian ada wanita Khats’amiyah yang meminta fatwa kepada nabi shollallohu alaihi wasallam. Pada waktu itulah Al Fadhl menoleh pada seorang wanita yang berwajah cantik. Kecantikan wanita itu menarik hatinya, demikian pula wanita itu pun memandang Al Fadhl. Maka Rosululloh shollallohu alaihi wasallam pun memegang dagu Al Fadhl dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Al Abbas bertanya kepada nabi shollallohu alaihi wasallam, “Wahai Rosululloh, mengapa engkau memalingkan leher anak pamanmu?” beliau shollallohu alaihi wasallam menjawab, “Saya melihat pemuda dan pemudi yang aku tidak bisa tenang kalau-kalau ada gangguan setan terhadapnya.”

Sepintas saja bisa hati menyukai. Apalagi bila terus menerus ketemu, sering memandang, saling bertatapan mata, ini akan semakin menancapkan rasa suka di dalam hati. Oleh karena itu Alloh subhanahuwata’alaa memerintahkan pria dan wanita beriman untuk menundukan pandangan matanya,

“Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”(An Nuur:30)

Dia Punya Kelebihan

Ini menyebabkan akar rasa sayang menancap di hati seseorang pada orang yang dicintainya. Kenapa kok bisa cinta sama si dia? Jawabannya sering tak jauh-jauh dari dia cakep, pinter, suaranya indah, terampil berorganisasi, kalem, dan…….pokoknya yang terkait dengan nilai lebih. Namun begitu, kelebihan di mata seseorang seringkali berbeda dimata orang lain. Ada orang yang menganggap bahwa si A yang punya pinter bergaul itulah yang menarik hatinya. Ia pun bisa lebih sayang dengan teman yang punya tipe seperti itu. Namun ada juga yang lebih suka dengan teman yang wajahnya cakep saja, tentang kemampuan yang lain tidak terlalu dipikirkannya. Ketertarikan dengan kelebihan lawan jenis ini biasanya terkait juga dengan poin sebelumnya, yaitu terlalu sering bertemu dan berkomunikasi.

Ada yang Jadi Comblang

Seorang teman biasanya senang bila temannya dapat ‘kebahagiaan’. Tentu saja setiap orang akan memaknai kebahagiaan sesuai dengan ilmunya. Teman yang gak punya ilmu menyatakan kalau dua orang temannya bisa jadi kekasih maka itulah kebahagiaan. Makanya dalam kamua pergaulan ada saja teman yang tiba-tiba punya profesi menjodoh-jodohkan temannya. Ia ‘berbaik hati’ untuk menjadikan sepasang muda mudi sebagai kekasih. Nah, inilah yang akhirnya memnuluskan sayang antara dua orang teman. Niatan si comblang mungkin baik, namun itu tidak cukup. Karena niatan yang baik tapi dalam hal yang diharamkan Alloh subhanahuwata’ala, tak pernah bisa dibenarkan. Niatan membangun masjid tapi mengumpulkan dananya dari hasil mencuri dari hasil korupsi tentu tak jadi amalan shalih, bahkan berdosa. Begitu pula niatan membahagiakan teman tentu suatu kebaikan. Namun bila cara membahagiakannya dengan suatu yang dimurkai Alloh subhanahuwata’ala, seperti pacara tentu tidak dibenarkan.

“Sesungguhnya Alloh itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik.”(Riwayat Muslim)

Gak Punya Ilmu

Inilah biang penyakit dalam hampir semua penyimpangan yang ada. Kenapa kok muda mudi yang bukan mahram bisa terjebak pada pergaulan yang dilarang oleh Alloh subhanahuwata’alaa? Mengapa sepasang muda mudi bisa besayang-sayangan tanpa ikatan resmi pernikahan islami? Tak lain dan tak bukan karena tak punya ilmu agama. Mereka tak tahu sekaligus tak paham bahwa hubungan tersbut dilarang oleh syari’at islam. Kebanyakan pemuda kita tak pernah tahu bahwa menjalin hubungan asmara diluar pernikahan, bersayag-sayangn, berpacaran itu perbuatan terlarang. Kebanyakan pemuda berbuat seperti itu, rata-rata orang tua pun setuju, maka jalanlah maksiat tersebut dengan mulusnya. Sanga minim da’i, penceramah agama, ustadz yang menyampaikan tentang larangan hal ini. Bahkan sebagian penceramah terang-terangan sudah mendukug pacaran di kalangan muda mudi. Sekli lagi akibat tak punya ilmu, banyak korban berjatuhan. Punya ilmu tapi gak punya taqwa akan menjadikan seseorang mudah terjebak pada meksiat. Sudah tahu ilmunya tapi beramal berbeda dengan ilmunyang dimilikinya. Bahkan ketika di tegur atau dinasihati orang lain, ia akan mengelak dan mencari dalih untuk membenarkan perbuatan buruknya. Tidak punya ilmu atau punya ilmu tapi gak mau mengamalkan adalah suatu yang buruk. Alloh subhanahuwata’alaa memerintahkan kita untuk berlindung dari sifat golonganmanusi yang seperti ini. (aka)

sumber: Majalah El-Fata – edisi 04 volume 08 tahun 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: